PB Percasi Resmikan Sekolah Catur LP3KI

Peresmian sekolah catur yang pertama di Aceh ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Irwansyah Sinuraya, sekaligus menyematkan secara simbolis badge kepala sekolah/pengajar dan siswa sekolah catur LP3KI yaitu Anisa Faraliana dan Risky Irwansyah.

Bersamaan peresmian sekolah catur LP3KI, sekaligus dibukanya kejuaraan catur terbuka antar pelajar SD, SMP, SMA untuk putra, dan mahasiswa se-Indonesia, yang digelar 27-30 Juni di aula Gedung LP3KI.

Suasana, even peresmian sekolah catur pertama di Aceh ini dan pembukaan turnamen catur tersebut,berlangsung dalam suka cita, dimeriahkan sejumlah tarian-tarian Aceh, diantaranya tarian ranup lampuan dan tari saman, sebagai persembahan kepada para PB Percasi dan para peserta dari luar Aceh sebagai tamu terhormat di Bumi Aceh.

Acara paling bersejarah bagi dunia catur Aceh ini, juga ditandai dengan demontrasi laga catur kilat dua menit yang diperagakan oleh Ilham Akbar Farali (6 tahun) berlaga dengan Muhammad Raul Javier (6 tahun) yang merupakan siswa sekolah catur LP3Ki yang baru belajar selama enam bula dalam masa persiapan pembentukkan sekolah catur ini.

Dalam sambutan singkatnya, Irwansyah Sinuraya mengatakan, dengan berdirinya sekolah catur LP3KI ini diharapkan ke depan akan lahir pecatur-pecatur Aceh yang tidak hanya mampu mengukir prestasi di tingkat nasional, akan tetapi bisa mengharumkan bangsa dan negara di tingkat dunia.

Sinuraya menyatakan, dengan adanya sekolah catur ini, pengembangan dan pembinaan olahraga catur di Aceh lebih terarah, terprogram dan profesional, Sehingga nantinya akan banyak lahir pecatur muda usia yang berkualitas dan berprestasi. Adanya sekolah catur, kemajuan bagi dunia catur Aceh.

Ia menyebutkan, prestasi pecatur tidak meningkat tanpa pembinaan yang baik. Pembinaan yang baik diantaranya banyak turnamen dan sekolah catur. Pecatur Indonesia kurang berprestasi di tingkat international, karena kurangnya turnamen. Jadi omong kosong, pengurus catur bicara prestasi, jika tidak mampu membuat turnamen, tegasnya.

Sementara Gubernur Aceh yang diwakili Kadispora Aceh, Drs. Hasan Basri, MM, mengatakan, pembinaan olahraga perlu strategi untuk peningkatan prestasi. Strategi pembangunan olahraga yakni pembinaan sejak usia dini dan berkelanjutan serta terprogram.

Sekum KONI Aceh, Muhammad Saleh memberikan apresiasi yang positif dengan digelarnya turnamen bagi pelajar, karena akan mendukung pembinaan atlet khususnya cabang catur. "Ke depan, pembinaan prestasi harus dimulai sejak usia dini dan sekolah catur yang pertama ini merupakan salah satu langkah mencapai prestasi maksimal di duni catur," katanya.

Ketua Panitia, Cut Zulfyana, melaporkan, meski banyak rintangan dan tantangan, pihaknya telah berupaya maksimal untuk menggelar even ini, termasuk peresmian sekolah catur LP3KI ini. Meski dengan segala keterbatasan dan apa adanya, namun akan terus dibenahi menjadi sekolah catur yang berkualitas. "Tekad kami dari sekolah catur ini akan lahir pecatur Aceh yang bisa berprestasi tingkat nasional dan dunia," katanya.

Cut Zulfayana juga mengungkapkan, dalam pelaksanaan ini, hanya dari Pengprov Percasi Aceh yang tidak memberikan rekomendasinya, dengan alasan karena LP3KI sudah sering membuat turnamen. Meski tanpa rekomendasi Pengprov Percasi Aceh, even catur pelajar dan mahasiswa se-Indonesia ini dan peresmian sekolah catur harus terlaksana, demi kejayaan catur Aceh, katanya.

Ia juga menyatakan, sekolah catur LP3KI milik rakyat Aceh, sekolah ini siap menampung para anak-anak yang memiliki bakat dan potensi dibina menjadi calon atlet catur handal dan berprestasi di masa depan di tingkat nasional dan international.

Sekolah catur LP3KI ini sudah memilki sekitar 11 pecatur berusia 5- 8 tahun. Para trainer terdiri dari pecatur senior di Banda Aceh yang telah memiliki gelar di catur. Diantaranya yaitu Master Nasional (MN) Petrus Komarianto, MN Zulkhari, Hunter Chalid (norma MN), Sudirman Mansyur WNM (Peraih Medali Emas Porwanas Kaltim 2007), Anisa Faraliana atlit catur putri terbaik Aceh, peringkat 10 Kejurnas mahsiswa 2009 diJakarta (kepala sekolah juga pengajar computer). Ditambah sejumlah pengajar dibidang computer bagi siswa sekolah catur ini.

Sekolah catur LP3KI ini memilki gedung belajar bagi siswanya, berlantai tiga yang baru dibangun, merupakan sekolah catur yang repersentatif. Meski dibentuk dengan fasilitas belajar apa adanya dulu, termasuk para pengajar. Namun akan dibenahi terus sambil jalan hingga mencapai standar yang layak dan lengkap sebagai sekolah catur yang modern, serta berstandar nasional dan international.

Sedangkan kejuaraan catur antar pelajar dan mahasiswa se-Indonesia diikuti 70 pecatur dari Aceh, Sumatera dan dari Pulau Jawa. Kejuaraan ini menggunakan sistim swiss komputer, kelompok SD, SMP, SMA dan Mahasiswa.(*)

oleh koresponden Pionjatim : Sudirman Mansyur WNM : Humas Percasi Aceh

 

 
 

Siapa Online

Ada  2 guests online

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini14
mod_vvisit_counterKemarin32
mod_vvisit_counterMinggu ini133
mod_vvisit_counterMinggu Lalu313
mod_vvisit_counterBulan Ini361
mod_vvisit_counterBulan Lalu1497
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung37735

Online (20 menit lalu) : 2
IP anda: 38.107.191.96
,
Sekarang : 2010-09-09 06:44